Ngawurnya Masjid Liberal di Jerman, Imam Dua Orang dan Jamaah Campur

Mancanegara  
Suasana sholat jamaah di Masjid Ibn Rusyd-Goethe, Berlin, Jerman.

BERLIN -- Masjid Ibn Rusyd-Goethe membuat heboh karena mendukung gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ). Masjid yang berada di Berlin, Jerman tersebut sampai mengibarkan bendera pelangi sebagai bentuk dukungan terhadap komunitas LGBTQ. Pengibaran bendera dilakukan pada Jumat (1/7/2022), menjelang serangkaian acara LGBTQ yang dijadwalkan berlangsung di ibu kota Jerman tersebut pada bulan ini.

Salah seorang dari enam imam Masjid Ib Rusyd-Goethe, Mo el-Ketab mengatakan, ia ingin agar masjid menjadi tempat yang aman bagi siapa pun. "Saya berharap banyak masjid lain juga akan mengibarkan bendera dengan cara ini atau memberikan tanda-tanda positif lainnya bagi komunitas LGBT," kata el-Ketab sebagaimana dilaporkan DW dikutip di Jakarta, Selasa (5/7/2022).

Seorang warganet membongkar keanehan masjid tersebut. Ternyata memang benar, ada keganjilan yang mudah diidentifikasi oleh umat Islam. Bahkan, cara menunaikan sholat pun terlihat ngawur.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Di antaranya, imam sholat dipimpin perempuan, jamaah laki-laki dan perempuan bercampur ketika sholat, jamaah perempuan sholat tidak memakai hijab, dan aurat jamaah perempuan terlihat, hingga imam sholat dua orang terdiri laki-laki dan perempuan.

"Masjid Ibn Rushd-Goethe, Mosque German isinya liberal ga beres. Imamnya cewe, ada juga yang imamnya dua orang," kata akun Twitter @el_avraham melampirkan foto keanehan sholat di masjid liberal tersebut. Dalam Islam, tentu saja model sholat seperti itu tidak sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammam SAW.

Warganet lain terheran-heran mengapa sampai bisa ada sholat yang tidak sesuai dengan ketentuan tersebut. "Perbedaan antar madzhab itu biasa. Tapi kalau yang kayak gini udah gak mengacu madzhab apapun sih. Udah semau-gue aja. Udahlah imam cewek, gak pake kerudung, cowok-cewek jadi satu, plus ada co-imam pula. Allahul musta'an," kata @rizkiwdyanto.

...

Khafid A  

"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, 'Kami hanya menghendaki kebaikan'. Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya). (At-taubah:107). Janganlah engkau melaksanakan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih. (At-taubah:108). Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan Kerajaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (At-taubah:109) Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka, sampai hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha bijaksana. (At-taubah:110).

15 Jul 2022, 07:00 WIB

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image