Sinergisitas Penanganan Terorisme Difokuskan di Lima Provinsi

Nasional  
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD melihat, terorisme menjadi permasalah transnasional yang masih menjadi kewaspadaan negara internasional yang belum bisa dituntaskan. Menurut dia, pendekatan lunak menjadi salah strategi yang dianggap berjalan di dalam menangani persoalan radikalisme terorisme di Indonesia.

"Program yang sudah berjalan tujuh tahun telah membawa dampak yang cukup positif. Tidak hanya sebagai pelibatan aktif, para K/L bahu-membahu mendorong partisipasi dalam menanggulangi terorisme dengan pendekatan kesejahteraan dengan kebutuhan yang tepat sasaran," kata Mahfud kala penandatanganan Rencana Aksi Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (8/4/2022).

Sinergisitas kementerian/lembaga (K/L) merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam upaya penanggulangan terorisme. Tim sinergisitas BNPT yang terdiri dari 46 K/L berusaha memberikan pembangunan fisik dan nonfisik kepada kelompok mantan narapidana terorisme (napiter) jaringan kelompok radikal dan keluarganya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mahfud menyebut, salah satu penanganan terorisme di Indonesia melalui sinergisitas K/L, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya yang memfokuskan di wilayah rawan terorisme, yaitu Provinsi Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. "Saya yakin kita dapat mewujudkan penanggulangan terorisme di lima wilayah provinsi yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Tujuannya sebagai program deradikalisasi yang merupakan bagian pencegahan tindak pidana terorisme. "Konsep sinergitasitas di kalangan eks napiter, keluarga, penyintas, dan kelompok radikal, karena kita tahu radikal terorisme diawali dengan munculnya sikap intoleransi," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

Boy menuturkan, kehadiran program sinergisitas BNPT diharapkan dapat menggandeng kelompok radikal yang juga eks napiter untuk kembali cinta NKRI dan mendukung pemerintah. "Kita berharap adanya pembangunan fisik dan nonfisik ini menjadi sebuah solusi untuk menyentuh kalangan kelompok radikal tersebut dan sebaliknya dengan kehadiran kita, mereka dapat lambat laun akan menjadi masyarakat yang bangga dengan pemerintahan dan negaranya," ujar Boy.

Sinergitas K/ sejalan dengan semangat penerapan strategi pentahelix yang diterapkan BNPT, yaitu dengan kerja sama dan kolaborasi multipihak dalam capaian tujuan kelembagaan, khususnya dalam hal penanggulangan terorisme di Indonesia. Konsep multipihak menerapkan seluruh potensi dalam membentuk kekuatan nasional melawan ideologi radikalisme terorisme dengan melibatkan unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, hingga media massa.

Adapun kegiatan sinergisitas antar K/L pada 2022 melibatkan 46 institusi ditambah Dewan Pers. Untuk jumlah rencana aksi yang telah disampaikan K/L mencapai 663 kegiatan, yang terdiri 209 kegiatan fisik, dan 454 kegiatan nonfisik. Penandatanganan dilakukan oleh masing masing K/L yang disaksikan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, serta perwakilan pejabat tinggi dari 46 K/L tim sinergisitas BNPT tahun 2022.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Eagle flies alone...

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image